MANADO-Sejumlah dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus mengingatkan Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamuluddin Jompa, M. Sc untuk tidak mengambil kebijakan strategis, seperti perombakan jabatan dan kebijakan strategis lainnya untuk menghindari ketidak-pastian legalititas di kampus Unsrat.
“Tidak perlu ada pergantian pejabat selama Plt tidak mengantongi surat dari Kementrian. Kendatipun ada surat yang dikeluarkan oleh pihak Kementrian, maka, sebaiknya di kaji lebih dahulu untuk menghindari terjadinya polemik yang berkepenjangan di Unsrat,” kata Cyprus Tatali, SH.,MH.
Jebolan Fakultas Hukum Unsrat tahun 1987 ini mengatakan, Jompa sebaiknya fokus saja pada tupoksi utamanya yaitu, mengawal proses penyaringan dan penjaringan calon rektor Unsrat sampai pada tahapan terpilihnya rektor Unsrat definitif.
“Plt Rektor sebaiknya tidak perlu berpolitik terlalu jauh dalam sukses pilrek Unsrat. Serahkanlah, semua proses dan tahapan ini kepada civitas akademik Unsrat, khususnya kepada seluruh anggota senat yang ada,” ungkap Tatali, Lawyer yang pernah membela mantan Gubernur Papua Drs. Lukas Enembe.
Lanjut Tatali, jika Plt rektor Unsrat terlalu jauh berpolitik dalam tahapan pilrek Unsrat, maka, kondisi ini akan merugikan seluruh civitas akademik Unsrat termasuk masyarakat Sulawesi Utara secara keseluruhan.
“Yang perlu Plt rektor catat adalah, mari sama-sama kita jauhkan dunia kampus dari unsur politik yang terlalu jauh. Unsrat harus bebas dari politik interest, supaya Prof Jompa juga akan dikenang masyarakat Sulut, sebagai Plt rektor yang sukses, meskipun hanya beberapa bulan diberikan mandat sebagai pelaksana tugas,” ucap Tatali, yang juga mantan Wakil Bendahara DPP Partai Golkar di era ketum saat itu Setya Novanto, SH.
Menurut dia, Plt rektor saat ini sebaiknya ikut mengawal semua tahapan panitia pemilihan rektor, apakah sudah berjalan atau belum. “Setahu saya kan sudah ada panitia pemilihan. Beri kewenangan kepada mereka untuk bisa melaksanakan tupoksi mereka dengan baik,” jelas Tatali mengakhir percakapan Jumat, (25/9) tadi malam.(msi)


