TOMOHON-Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) ikut mendominasi sekolah penerima terbanyak dana revitalisasi Kota Tomohon tahun 2026. Dari 47 sekolah yang menerima dana revitalisasi di penghujung tahun 2026, sedikitnya terdapat 24 sekolah TK atau 51,06 persen, 21 sekolah SD atau 44,6 persen dan 2 sekolah SMP atau 4,25 persen.
Sesuai instruksi Presiden, dana revitalisasi tahun 2026 ini langsung dikirim Kementrian Pendidikan Dasar & Menengah langsung ke rekening sekolah, yang biasanya saat pembukaan rekening di bank tertera nama Kepala Sekolah dan Bendadara Sekolah.
Pegiat Anti Korupsi Mulai Mencium Aroma Dugaan Pidana
Menariknya, meskipun Tomohon termasuk salah satu kabupaten/kota penerima terbanyak dana revitalisasi tahun 2026, namun, seluruh tahapan mulai dari tahapan pembuatan RAB dan konstruksi, pekerjaan fisik sampai pada pencarian dana tahap satu, lepas dari pengawasan jajaran Kejari Tomohon. “Saya mendapat informasi, Kejari Tomohon tidak dilibatkan dalam penggunaan dana revitalisasi tahun 2026,” beber Yohanis Missah, pegiat anti korupsi di Sulut.
Menurut Missah, dengan tidak terlibatnya jajaran Kejari Tomohon dalam seluruh tahapan pelaksanaan dana revitalisasi tahun 2026 di kota Tomohon, maka, kondisi ini akan menjadi tanda awas bagi seluruh kepala sekolah penerima untuk bertanggung-jawab dalam penggunaannya.
“Kenapa harus ada pendampingan kejaksaaan, supaya kepsek terhindar akan persoalan intervensi, pemerasan dan intimidasi dari pihak luar. Belum apa-apa saja, saya sudah dapat info bahwa, Kepsek harus ambil bahan bangunan di lokasi A. Belum kerja tapi aroma korupsinya sudah tercium,” beber Missah, pegiat anti korupsi yang sukses membongkar kasus korupsi gunung ruang di Kab. Kepl. Sitaro.
Pekerjaan Konstruksi Baru Saja Dimulai
Sementara itu, pantauan media ini di sejumlah sekolah penerima dana revitalisasi tahun 2026 di Tomohon menunjukan, sejumlah sekolah sudah melaksanakan pekerjaan konstruksi awal berupa pemasangan pondasi maupun pekerjaan konstruksi lainnya. Sedangkan lainnya, masih dalam tahapan persiapan.
“Mudah-mudahan semua kepsek penerima komitmen dan konsisten dengan kualitas pekerjaannya, sehingga mampu menyiapkan fasilitas belajar yang memadai untuk para siswa,” ucap Missah.(msi)


