Wednesday, March 18, 2026
HomeUncategorizedUsai Goyang Talaud, Keluarga Korban KM. Barcelona VA Kian Nekad Temui Komisi...

Usai Goyang Talaud, Keluarga Korban KM. Barcelona VA Kian Nekad Temui Komisi III & Menhub RI di Jakarta

TALAUD-Sejumlah korban dan keluarga korban KM. Barcelona VA direncanakan akan kembali melakukan aksi turun ke jalan pada Rabu, (25/3) pekan depan. Sesuai rilis yang diterima, aksi damai yang dimotori oleh Aliansi Masyarakat Talaud Peduli Korban KM. Barcelona VA akan dilakukan di Kompleks Patung Tuhan Yesus Memberkati Melonguane, Kab. Kepl. Talaud

Koordinator Lapangan Aksi Damai Pemberian Manumbalang saat dihubungi mengatakan, aksi damai ini sebagai bentuk protes korban dan keluarga korban terhadap DPRD Provinsi Sulut maupun pihak PT. SPI (Surya Pasifik Indonesia/Barcelona Group) yang ikut mengabaikan aspirasi yang disampaikan saat demo terbuka korban dan keluarga di DPRD Sulut 12 Agustus 2025 lalu. “Sebuah tragedi yang ikut meminta korban diatas kelalaian manajemen perusahaan, tidak bisa terkubur begitu saja dengan dalil perusahaan sudah memberikan santunan sebesar Rp 250 ribu rupiah,” kata Manumbalang.

Mantan Aktifis Kampus Unima di Tondano ini mengatakan, dirinya ikut menerima dukungan moril yang disampaikan sejumlah pihak yang menyatakan dukungan terhadap aksi damai tersebut. “Surat pemberitahuan sudah disampaikan ke Polres Talaud. Aksi massa kali ini akan melibatkan sedikitnya 250 orang,” ucap Pemberian.

Selain akan melakukan orasi terbuka di Patung Tuhan Yesus memberkati Melonguane, korban dan sejumlah keluarga korban juga akan melakukan aksi yang sama di Komisi III dan Komisi V DPR RI di Jakarta. “Kami juga akan menemui langsung Menteri Perhubungan RI Judhi Purwagandhi untuk menyampaikan aspirasi kami masyarakat perbatasan,” katanya.

Dihadapan Komisi III, Komisi V dan Menteri Perhubungan, pihaknya akan mendesak Kemenhub untuk membekukan kembali SIUPAL (Surat Ijin Usaha Perusahaan Angkutan Laut) PT. SPI yang sebelumnya pernah dibekukan oleh Kemenhub RI. “Kalau mau jujur, sampai sekarang masih banyak korban KM. Barcelona VA yang merasa trauma. Jangankan naik kapal, lihat gelombang laut saja mereka sudah takut dan cemas. Apakah PT. SPI memahami keadaan ini,” tutur Pemberian yang juga mantan Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kab. Kepl. Talaud.

Bahkan lanjut Pembe (sapaan akrab Manumbalang), beberapa pekan setelah peristiwa terbakarnya KM. Barcelona VA Minggu, 20 Juli 2025 lalu, beberapa korban dinyatakan meninggal dunia akibat kecemasan yang berkepanjangan. “Secara tiba-tiba ada beberapa korban yang meninggal tapi setelah peristiwa terbakarnya KM. Barcelona VA. Dugaan saya, mereka (Korban,red) masih kena shock,” cetus pria penyandang distabilitas namun vocal menyuarakan aspirasi masyarakat ini.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Korban  KM. Barcelona VA Agustus 2025 lalu ikut melakukan demo di halaman kantor DPRD Provinsi Sulut. Dengan membawah sejumlah poster yang mendesak Kemenhub RI membekukan ijin opersional PT. SPI, Manumbalang Cs juga ikut menyampaikan puisi yang menceritakan suasana kebahtinan para korban ketika tragedi terjadi. Aksi demo saat itu ikut diterima sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulut diantaranya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut Royke Anter, SE.,ME.(msi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments