MANADO-Sosok Chntya Inggrid Kalangit, SKM termasuk satu-satunya bupati di kabupaten kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) selang 15 tahun terakhir yang mampu mengalahkan Petahana hanya dengan propaganda ‘Ana U Wanua’ atau putri asli kabupaten kepulauan Sitaro yang sesungguhnya.
Meskipun termasuk salah satu bupati termuda di Sulut bahkan di Indonesia, namun, sosok Chntya bukanlan termasuk pendatang baru di dunia pemerintahan maupun di panggung politik. Sebelum terjun ke Pilkada Kab. Kepl. Sitaro November tahun 2024 lalu, istri Reynol Tumbio, SE ini sebelumnya sudah menjadi Wakil Bendahara DPC PDIP Kab. Kepl. Sitaro.
Sementara, di dunia pemerintahan, Chntya pernah dipercayakan menjabat sebagai Kepala Perwakilan Pemkab Sitaro di Manado, meksipun pada akhirnya karena kesibukannya dia harus pensiun dini dari lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Terpilihnya Chnytia Kalangit sebagai bupati kepulauan Sitaro periode 2025-2030 merupakan sebuah tonggak sejarah baru di kabupaten hasil pemekaran dengan kabupaten Sangihe ini. Bagi mantan Plh. Walikota Bitung Drs. Edison Humiang, M.Si, Chntya mampu membuktikan ke publik bahwa, dirinya adalah satu-satunya putri terbaik bumi Karangetang-Mandolokang-Kolokolo (Sebutan lain untuk Kab. Sitaro) yang ikut mendapat amanah dari rakyat untuk memimpin daerah penghasil komoditas pala terbesar di Indonesia tersebut.
“Fakta politik membuktikan bahwa, Chntya adalah Ana U Wanua (Putri Daerah) yang sesungguhnya yang diberikan kesempatan untuk memberi yang terbaik untuk tanah leluhur. Artinya, Chntya adalah sosok bupati Sitaro yang mampu mematahkan dinasti pemerintahan selang 15 tahun di Sitaro,” kata Humiang.
Ketua Tim 17 Panitia Pemekaran Kab. Kepl. Sitaro ini juga mengatakan, oleh karena Chntya merupakan Ana U Wanua yang lahir dan dibesarkan di Sitaro, maka kondisi ini menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Sitaro oleh karena pemimpinnya dikenal dan merakyat dengan siapa saja.
“Kami salut, dalam menjalan pemerintahan, bupati seolah-olah tidak ada jarak yang terlalu jauh dengan masyarakat. Ini adalah sosok bupati pilihan rakyat dan pemimpin masa depan,” ungkap Humiang yang juga mantan Kepala Satuan Pol. Pamong Praja Pemprov Sulut.
Peryataan yang sama juga disampaikan tokoh muda kabupaten Kepl. Sitaro Hendrik Kansil. Saat meninjau salah satu sasana tinju di kelurahan Bahu, Kota Manado kemarin, Kansil mengatakan, sulit menemukan kepribadian kepala daerah di Indonesia ini seperti yang dimiliki oleh Bupati Kepl. Sitaro Chntya Kalangit, SKM.
“Beliau itu (Chntya, maksudnya) terlalu rendah hati. Dengan siapa saja tidak ada jarak. Kadang-kala dalam momentum tertentu, beliau mungkin lupa bahwa dirinya adalah kepala daerah saking akrabnya dengan masyarakat Sitaro. Wow, keren memang torang pe bupati,” tutur Endi, sapaan akrab pria yang barusan sukses mendampingi atlit tinju Sitaro meraih sejumlah medali emas di Porprov (Pekan Olahraga Provisi Sulut) tahun 2026.(msi)


