Tuesday, July 23, 2024
HomeBerita UtamaMuncul Nama Mantan Ketua PN Merauke Jelang Pilkada Sitaro

Muncul Nama Mantan Ketua PN Merauke Jelang Pilkada Sitaro

MANADO-Mantan Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Provinsi Papua (Kini Papua Selatan, red) Eduard Manalip, SH.,MH belakangan masuk salah satu bursa bakal calon bupati Sitaro pada pilkada 27 November 2024 mendatang.

Mantan Ketua PN Tahuna tersebut, mulai didukung sejumlah elemen masyarakat di kabupaten Sitaro untuk bertarung dalam pilkada serentak di kabupaten penghasil komodoti pala terbesar kedua di Indonesia tersebut, setelah kota Ambon.

“Ada banyak dukungan yang disampaikan kepada saya untuk membangun daerah tercinta,” kata Manalip dalam sebuah diskusi dengan politikanews.com Minggu, (17/6) kemarin.


Menurut Manalip, saat dirinya intens melaukan penjajakan dengan sejumlah partai politik peraih kursi di DPRD Sitaro, termasuk PDIP & Partai Golkar. “Politik itu kan dinamis, apalagi baik PDIP maupun Golkar sama-sama belum menetapkan siapa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah,” tutur Manalip.

Manalip bukanlah termasuk pendatang baru dalam kontestasi pilkada Sitaro. Di tahun 2018 lalu, mantan Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Manado tersebut pernah masuk dalam deretan bursa calon bupati Sitaro dari PDIP. Saat itu Manalip itens melakukan tatap muka dengan sejumlah PAC PDIP se kabupaten Sitaro.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut Jehezkiel Lairah, S.Sos.,M,AP saat dimintai tanggapannya mengatakan, selain PDIP, Golkar merupakan satu-satunya partai politik yang berpotensi untuk mengusung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bukan berasal dari internal partai Golkar.

“Meskipun berhak untuk mengusung calon kepala daerah tanpa koalisi, tapi, Ketua DPD II Partai Golkar Sitaro sepertinya tidak percaya diri untuk bertarunng di pilkada mendatang. Peluang ini bisa ditangkap oleh orang lain, termasuk Eduard Manalip,” kata Lairah.

Lanjut Lairah, karena tahapan pendaftaran calon kepala daerah dan wakil kepala daerah ke KPUD oleh partai politik nanti akan dibuka 27-29 Agustus 2024 mendatang, maka kandidat kepala daerah masih punya waktu 1 bulan untuk menyakinkan DPP maupun DPD I Partai Golkar Sulut.

“Setelah itu, masih punya waktu juga untuk memainkan konsolidasi politik dalam rangka menaikan popularitas dan elektabilitas,” katanya.
Dalam momentum pilkada serentak tahun 2024 kata Lairah, sulit untuk menebak calon kepala daerah yang elektabilitasnya membaik, meskipun investasi politik yang dilakukan sudah sejak lama.

“Bisa saja yang paling terakhir memainkan konsolidasi, tapi, elektabilitasnya justru membaik. Politik itu dinamis, semua tergantung skenario pemenangan dan tim dilapangan,” ucap Lairah yang juga staf pengajar di salah satu PTS di Manado ini.(msi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments