HomeBerita UtamaBelajar dari Kasus Gunung Ruang, Dosen FISH Unima & Tokoh Masyarakat Warning...

Belajar dari Kasus Gunung Ruang, Dosen FISH Unima & Tokoh Masyarakat Warning Bupati Chyntia Kalangit soal Penempatan Pejabat

MANADO-Kasus Dana Stimulan Gunung Ruang yang ikut menyeret 3 orang birokrat handal plus 1 orang pihak ketiga sebaiknya menjadi pelajaran penting dan tanda awas bagi bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Chyntia Kalangit, SKM dalam menunjuk dan menetapkan pejabat esolon II, III maupun jabatan struktural lainnya di lingkungan Pemkab Sitaro.


Dosen Fakultas Ilmu Sosial & Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (Unima) Dr. Stince Sidayang, SH.,MH dalam sebuah diskusi hukum Rabu, (15/4) kemarin mengatakan, dalam situasi pemerintahan transisi di kabupaten Sitaro, Bupati Chyntia Kalangit membutukan SDM (Sumber Daya Manusia) dilingkungan Pemkab Sitaro yang kapabel, berkualitas, berintegritas dan profesional.

“Yang lebih penting dari itu juga adalah mental pejabat dan loyalitas kepada pimpinan wajib diperhatikan,” kata jebolan Doktor Universitas Brawijaya (Unbraw) ini.


Lanjut Sidayang, kasus tindak pidana dana stimulan gunung ruang (DSGR) yang penyidikannya masih berproses di Kejati Sulut merupakan tamparan hebat bagi pemerintahan bupati Chyntia Kalangit yang baru setahun memimpin kabupaten yang pernah mendapat julukan negeri ringgit di tahun 1980-an karena potensi komoditi Palanya yang terkenal sampai ke Eropa.

“Jangan hanya karena faktor titipan, keluarga eks tim pemenangan atau orang dekat bupati, kemudian langsung ditempatkan pada jabatan strategis. Saya tegaskan lagi, kapabilitas dan mentalnya harus teruji,” pesan dosen berparas cantik yang juga berdarah Siau ini.


Hal yang sama juga disampaikan mantan Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulut Drs. Ruben Saerang. Ketua Tim 17 Panitia Pemekaran Kab. Kepl. Sitaro ini mengatakan, penempatan pejabat sebaiknya tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pengambilan kebijakan.

“Saya lebih setuju jika tetap memberdayakan SDM dari Kabuaten Sitaro sendiri. Di Sitaro setahu saya, banyak kader-kader lokal yang perlu kita berdayakan, kecuali jabatan Sekda yang punya mekanisme tersendiri di provinsi,” ungkap Saerang.(msi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments