TALAUD-Desakan agar Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE lebih selektif dalam melakukan penempatan sejumlah pejabat esolon II dari Nusa Utara tak hanya disampaikan Ketua LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Gekira Partai Gerindra Dr. Santrawan T Paparang, SH.,MH.,M.Kn.
Namun, seruan yang sama juga disampaikan Tokoh Agama (Tomag) Pendeta Dr. Arnol Abbas, M.Th. Dalam diskusi singkat bersama politikanews.com akhir pekan lalu, Pendeta Abbas mengatakan, Gubernur YSK membutuhkan pejabat esolon II asal Nusa Utara yang rajin turun ke lapangan, menemui masyarakat di tingkat akar rumput dan menyerap aspirasi mereka.
“Karena letak geografis Nusa Utara itu didominasi wilayah kepulauan, maka dibutuhkan pejabat pembantu gubernur YSK yang cekatan, energik serta suka menemui masyarakat. Bukan sebaliknya, menciptakan jarak dengan masyarakat,” saran Abbas.
Menurut dia, harus diakui memang sejak dilantik menjadi Gubernur Sulawesi Utara, intensitas Gubernur untuk berkunjung ke Nusa Utara (Kab. Kepl. Sitaro, Kab. Sangihe & Kab. Kepl. Talaud) sedikit berbeda dengan kabupaten-kota lainnya di Sulut.
“Karena hal itu, maka Gubernur YSK membututuhkan pembantu dalam jajaran pemerintahan Provinsi Sulut yang peka dan mampu menyerap aspirasi masyarakat kepulauan. Artinya, Gubernur YSK butuh pejabat yang berkualitas,” jelas Abbas.(msi)


