MANADO-Meskipun cuaca buruk berupa angin kencang yang diikuti dengan gelombang tinggi 1.25-2.5 meter yang 1-2 hari terakhir ini ikut menghantam perairan Sulawesi Utara termasuk perairan Sangihe, Sitaro dan Talaud, rupanya masih belum menjadi acuan bagi pihak KSOP (Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan) Manado untuk mengeluarkan larangan pelayaran bagi seluruh kapal yang ada di pelabuhan Manado.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan & Patroli Cepat KSOP Manado Capt. Benaya Samri Yostavia kepada media ini mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum menerima informasi penundaan pelayaran dari sejumlah kapal yang berlabuh di pelabuhan Manado.
“Kecuali KM. Barcelona IIIA tujuan Lirung informasi dari operator tidak berangkat, Begitu juga info dari Lirung,” kata Benaya.
Jebolan Politeknik Maritim Makasar juga mengatakan, selain KM. Barcelona IIIA yang melakukan pembatalan pelayaran, pihaknya juga menerima informasi bahwa, KM. Bahari Ekspress tujuan pelabuhan Tagulandang-Siau-Tahuna juga melakukan pembatalan keberangkatan. “KM. Bahari Ekspress juga tidak berangkat,” ungkap Benaya.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat Nusa Utara ikut mewanti-wanti pihak KSOP Manado untuk lebih terbuka dalam memberikan peringatan larangan pelayaran.
“Harus jelas dan tegas peringatan dari KSOP Manado. Kalau memang tidak memungkinkan sebaiknya tidak ada pelayaran. Jangan nanti sudah ada peristiwa baru KSOP Manado dia seribu bahasa,” jelas Drs. Salmon Bawole Jacobus.
Menurut Jacobus, ketegasan KSOP Manado tidak hanya pada peringatan pelayaran boleh atau tidak. Namun, KSOP Manado juga harus tegas dengan perusahaan pelayaran yang sampai saat ini masih mengabaikan larangan penjualan tiket alas (Non kamar & Non Ranjang).
“Jangan sampai ada kerja sama tersembunyi antara KSOP Manado dengan perusahaan pelayaran demi keuntunan oknum tertentu,” cetus Salmon, mantan politisi Partai Golkar yang juga jebolan FISIP Unsrat ini.
Musim angin selatan memang hampir 3 bulan lebih menghantam pelayaran Sulawesi Utara. Dari sejumlah unggahan video yang dikirimkan kepada media ini menunjukan, musim angin selatan ini ikut menciptakan kepanikan dan ketakutan ketika kapal tujuan Manado-Sitaro-Sangihe-Talaud sementara berada ditengah laut.
Bahkan, beberapa pelayaran pekan lalu menunjukan, sejumlah penumpang sudah menggunakan jaket keselamatan akibat kerasnya hantaman ombak.(msi)


