MANADO-Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara daerah pemilihan Nusa Utara (Kab. Sangihe, Kab. Sitaro & Kab. Talaud) Norman Luntungan, ST.,M.Engg mendesak pihak Pelindo maupun KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) Manado untuk menambah armada kapal yang akan melayani rute Manado-Sitaro-Sangihe-Talaud PP.
Hal ini ditegaskan Luntungan mengingat hasil evaluasi dirinya selang 2 bulan terakhir ini menunjukan, fenomena terjadinya lonjakan penumpang jelang Nataru (Natal & Tahun Baru) sangat signifikant.
“Pihak KSOP maupun Pelindo Manado segera mengantisipasi hal ini. Jangan sampai terjadi overloading atau kelebihan kapasitas angkut yang membahayakan keselamatan penumpang,” kata Luntungan, politisi pengusaha kelahiran Siau.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulut ini juga mengatakan, jika pihak KSOP Manado ikut menambah armada kapal ke rute Manado-Sitaro-Sangihe-Talaud PP, maka dirinya optimis tidak ada lagi penumpang yang hanya bermodalkan tiket alas atau sama sekali tidak memiliki tiket, tapi memaksakan diri untuk berlayar.
“Awal Desember mendatang akan menjadi puncak meledaknya jumlah penumpang yang akan pulang kampung baik dari Manado ke Nusa Utara maupun sebaliknya. Ini wajib diantisipasi secepatnya oleh KSOP maupun Pelindo Manado,” harap Luntungan, Politisi Pengusaha dari partai Perindo ini.
Hal yang sama juga disampaikan Tokoh Masyarakat Sitaro Drs. Salmon Jacobus. Usai pelaksanaan RDP (Rapat Dengar Pendapat) di kantor DPRD Sulut Senin, (2/10) lalu, Jacobus juga meminta pihak KSOP dan Pelindo Manado tidak terlibat permainan 4 mata dengan pengusaha kapal untuk tidak menambah armada kapal jelang Nataru.
“Jangankan Nataru, saat ini juga penumpang pemilik tiket alas luar biasa jumlahnya. Maka sanksi tegas dari KSOP Manado. Jangan sampai, kondisi ini memang sengaja dibiarkan oleh pihak KSOP Manado,” jelas Jacobus.(msi)


