SIAU-Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Heronimus Makainas, SE.,MM dan anggota DPRD Provinsi Sulut dapil Nusa Utara Norman Luntungan, ST.,M.Engg dipastikan akan menjadi 2 kandidat bupati Sitaro yang ikut mengantongi tiket dalam pilkada Sitaro tahun 2031 mendatang (jika tidak ada perubahan).
Makainas yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Kepl. Sitaro, diprediksi masih akan menjadi unggulan Gerindra untuk diusung dalam pilkada mendatang.
Investasi politik yang dilakukan Makainas di lingkungan ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun Pemkab Sitaro secara kesuruhan, dinilai menjadi modal politik bagi mantan anggota DPRD Kab. Kepl. Sitaro tersebut untuk maju dalam pilkada Sitaro mendatang.
Merujuk pada putusan MK yang ikut memutuskan pilkada nanti akan dilaksanakan tahun 2031 mendatang, maka, Makainas masih memiliki waktu 3 tahun lebih untuk memaikan pencitraan dan konsolidasi di kabupaten hasil pemekaran dengan kabupaten Sangihe tersebut.
Jika Undang-undang Nomor 16 tahun 2010 tentang Pilkada khususnya soal perlu tidaknya posisi wakil kepala daerah, maka, Makainas wajib memperhitungkan tokoh sentral dari Siau untuk menjadi pendampingnya kedepan (wakil bupati).
“Kenapa perlu sosok yang populer dan teruji dari Siau, karena jumlah pemilih di Siau lebih banyak ketimbang Tagulandang dan Biaro, asal domisili Heronimus Makainas,” kata akademisi Unima kelahiran Siau, Dr. Marnex Berhimpon, M.Kes.,AIFO.
Menurut Berhimpon, jika Heronimus Makainas ikut diberikan kewenangan sesuai perintah undang-undang untuk memimpin Kab. Kepl. Sitaro sampai dengan akhir masa jabatan tahun 2029 mendatang, maka dirinya memastikan investasi dan modal politik Makainas untuk bertarung dalam pilkada mendatang sudah lebih dari cukup.
“Ada banyak indikator penentu yang membuktikan kenapa Makainas lebih unggul dalam investasi politik di Sitaro,” jelas Berhimpon, tokoh masyarakat Nusa Utara di kota Manado ini.
Lantas, bagaimana dengan kekuatan politik Norman Luntungan di pilkada Sitaro mendatang ? Putra sulung Wakil Ketua DPRD Kab. Kepl. Sitaro Joutje Luntungan, SE ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh Makainas maupun kubu politik lainnya.
Kenapa demikian, jika masa jabatan anggota DPRD akan diperpanjang sampaitahun 2031 mendatang, maka secara politik, Luntungan Jr ini masih memiliki waktu hampir 5 tahun untuk melakukan konsolidasi politik di Kab. Kepl. Sitaro.
Tak hanya itu, dari aspek kekuatan logistik, Norman Luntungan hampir dipastikan akan menjadi satu-satunya, calon kepala daerah terkaya di pilkada Sitaro, oleh karena sokongan 2 pengusaha komoditi pala terbesar di Sulut Jotje Luntungan (ayah) dan Liem Hong Eng alias Ci Uto (ibu).
Hanya saja, Dosen Fakultas Ilmu Sosial & Hukum (FISH) Unima Dr. Stince S, SH.,MH mengatakan, baik Makainas maupun Norman wajib memperhitungkan kekuatan politik PDIP di pilkada Sitaro.
“PDIP itu 15 tahun memainkan rezim politik di Sitaro dan mereka itu pemenang pemilu 2024 lalu. Jika, pilkada 2024 lalu Ci Uto (Ibu Norman Luntungan) bisa menggunakan PDIP sebagai kendaraan politiknya, maka, tidak menutup kemungkinan juga kondisi ini bisa terjadi di pilkada 2031 mendatang. Politik itu dinamis,” tutur jebolan Magister Hukum & Doktor Hukum Universitas Brawijaya (Unbraw) ini menutup pembicaraan Senin, (10/8) tadi malam.(msi)


